Cabe
merupakan tanaman buah semusim yang digunakan oleh masyarakat untuk
penyedap makanan dan penghangat badan. Klasifikasi tanaman cabe merah
yakni Capsicum Annuum L. Cabe sekarang ini banyak varietas
cabe yang berkembang di Indonesia contohnya di Jawa Barat dan Sumatera
telah berkembang cabe merah berukuran kecil yang diberi nama
“keriting”. Di Jawa Tengah dan Kalimantan cabe merah berukuran besar
yang biasa disebut cabe “Cirebon”. Di Jawa Timur cabe berbuah kecil dan
bengkok disebut degan “Tempar”. Cabe berasal dari Meksiko, kemudian pada
abad ke-8 tanaman cabe mulai dikenal di Amerika Selatan dan Amerika
Tengah, kini telah menyebar diberbagai Negara tropic termasuk Indonesia.
Agar cabe
bisa tumbuh dengan baik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:
Tanah yang perlu diperhatikan dari tanah yakni kesuburan tanah dan
lapisan bunga tanahnya. Hal ini disebabkan karena system perakaran cabe
yang cukup dalam dan menyebar. Lalu Iklim, cabe sebaiknya ditanam
ditempat yang iklimnya agak lembab, curah hujan antara 600 – 1200 mm
per tahun. Kemudian yang perlu diperhatikan juga yaitu suhu udara, suhu
udara yang baik yakni 21-28 derajat Celcius, oleh karena itu cabe cocok
ditanam di daerah dengan ketinggan kurang dari 800 m dpl.
Cara
bertanam cabe, pertama adalah persiapan tanah, pengerjaan dilakukan pada
waktu tanah kering sehingga tidak lengket , lalu tanah juga
dibersihkan dari alang-alang dan diberi selokan. Kedua yaitu persemaian
biji cabe disemaikan dalam geritan ditempat yang sudah disediakan, pada
jarak geritan 5 cm. penaburan biji harus dilakukan dengan hati-hati.
Waktu penyemaian yang harus diperhatikan adalah kemurnian dan kesehatan
benih dan kondisi benih. Ketiga yaitu penanaman, yang diperhatikan yaitu
umur bibit dipindahkan ke dalam lahan kebun pada umur 6 minggu, jarak
tanam penanaman yaitu dianjurkan 40 X (60-80) cm. Pola tanam dapat
dilakukan dengan monokultur ataupun tumpang sari dengan tanaman lain
seperti bawang daun. Keempat yaitu pemupukan, pemupukan bisa menggunakan
pupuk organic maupun anorganik sesuai dengan kebutuhan. Kelima adalah
pendangiran yaitu usaha untuk menggemburkan tanah,namun pendangiran
harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman. Keenam
yakni pengairan, pada musim kemarau tanaman dapat diberi air 3 hari
sekali. Tetapi setelah berbunga diberi air 1-2 hari sekali. Ketujuh
yaitu pemberantasan hama dan penyakit, seperti hama serangga dan kutu
daun yang sangat membahayakan bagi tubuhan, namun masih dapat diatasi
dengan pemberian semprotan pestisida.
Pemanenan
cabe dapat dilakukan saat buah cabe merah sempurna atau baru merah
sebagian, tergantung dari tujuannya. Jika cabe akan diangkut ketempat
yang jauh maka cabe dipanen saat merah sebagian. Untuk penyimpanan
jangka panjang dapat dilakukan dengan cara dikeringkan. Perabaikan
varietas dapat dilakukan agar produksi dan kualitas cabe tinggi, tahan
terhadap penyakit, tahan terhadap curah hujan tinggi. Perbaikan varietas
ini dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan mengimpor benih dari
luar negri dan cara persilangan. Pebibitan, taanaman untuk pembibitan
haruslah dilakukan pada lahan yang terisolasi, agar benih yang
dihasilkan bebas dari penyakit ataupun persilangan bebas. Isolasi yang
dimaksud adalah isolasi waktu yaitu ditanam pada saat taanaman cabe lain
tidak ada, isolasi tempat yakni cabe dipisahkan dari tanaman cabe
lainya 50-400 m, isolasi tanaman yaitu dengan mengurungi setiap
bunganya. Penyimpanan benih dilakukan jika biji telah kering,
dibersihkan dari campuran atau kotoran benda lain.
http://natailmu.blogspot.com/2013/08/pengertian-dan-tata-cara-budidaya-cabe.html
what is this?
BalasHapusopo bhsa kamu tu,,,,,
BalasHapus:(
BalasHapus:p
BalasHapushaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
BalasHapushuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu,n fuck !!!!
BalasHapusapa yg kamu ini hir,,,,
BalasHapusmasak gak tau men,,,
BalasHapuskeren hir,,,:)
BalasHapusbagus hir:)
BalasHapusmksih kawan :)
BalasHapus